Wujudkan Kesejahteraan Ummat, BAZNAS Kota Tegal Salurkan Pentasharufan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh.

Wujudkan Kesejahteraan Ummat, BAZNAS Kota Tegal Salurkan Pentasharufan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh

TEGAL – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana umat secara transparan dan tepat sasaran. Melalui kegiatan Pentasharufan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS), BAZNAS menyalurkan bantuan kepada ribuan Mustahik (penerima manfaat) di berbagai titik wilayah Kota Tegal.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat. Program pentasharufan kali ini difokuskan pada penguatan ekonomi produktif, bantuan pendidikan, serta santunan bagi fakir miskin dan anak yatim.

Pilar Penyaluran Bantuan

BAZNAS Kota Tegal membagi penyaluran bantuan ke dalam beberapa pilar utama guna memastikan dampak yang berkelanjutan:

  • Tegal Cerdas: Pemberian beasiswa bagi pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan sekolah.
  • Tegal Sehat: Bantuan biaya pengobatan bagi warga yang tidak tercover jaminan kesehatan penuh.
  • Tegal Makmur: Pemberian modal usaha dan alat kerja bagi UMKM untuk memutus rantai kemiskinan secara mandiri.
  • Tegal Peduli: Penyaluran paket logistik dan santunan tunai untuk warga lansia dan disabilitas.

“Pentasharufan ini bukan sekadar memberi bantuan uang tunai, tapi merupakan bentuk amanah dari para Muzakki (pembayar zakat) untuk mengangkat derajat saudara-saudara kita di Kota Tegal agar lebih berdaya,” ujar Ketua BAZNAS Kota Tegal dalam sambutannya.

Transparansi dan Sinergi

Pemerintah Kota Tegal turut memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BAZNAS. Sinergi antara pemerintah dan lembaga amil zakat dinilai sangat efektif dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir ini.

Dengan sistem pelaporan yang semakin digital dan transparan, masyarakat diimbau untuk tidak ragu menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi agar kemanfaatannya dapat dirasakan secara merata dan terukur.

Sinergi Polisi dan Masyarakat: Satbinmas Polres Tegal Kota Sambangi Kelurahan KemandunganTEGAL

Sinergi Polisi dan Masyarakat: Satbinmas Polres Tegal Kota Sambangi Kelurahan Kemandungan
TEGAL – Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Binmas (Satbinmas) Polres Tegal Kota melaksanakan kegiatan Sambang Kamtibmas di wilayah Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung guna menciptakan situasi lingkungan yang kondusif.

Poin-Poin Utama Kegiatan
Dialog Interaktif: Petugas kepolisian berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan warga mengenai isu keamanan terkini di lingkungan setempat.

Edukasi Keamanan: Memberikan imbauan terkait pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

** Cooling System:** Mengajak warga untuk tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat memecah belah warga.

Pesan Kamtibmas dari Petugas
Dalam kunjungannya, personil Satbinmas menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri semata, melainkan hasil kolaborasi antara petugas dan kepedulian warga dalam menjaga lingkungannya masing-masing,” ujar perwakilan Satbinmas Polres Tegal Kota.

Dampak bagi Kelurahan Kemandungan
Peningkatan Kewaspadaan: Warga merasa lebih diperhatikan dan teredukasi mengenai cara melapor jika melihat tindakan mencurigakan.

Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat: Membangun kepercayaan publik (trust building) bahwa polisi siap membantu kapan saja.

Solusi Masalah Lokal: Menjadi wadah bagi warga Kemandungan untuk menyampaikan keluhan terkait gangguan ketertiban yang ada di wilayah mereka.

Dari Jahe sampai Sirih: RW 01 Semakin Kaya Koleksi TOGA

Senin, 22 September, Kalurahan Kemandungan, Tegal Barat – Kebersamaan dan semangat gotong royong tampak begitu terasa di RW 01 Kelurahan Kemandungan pada. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata Yogyakarta bersama warga, khususnya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menghadirkan 9 jenis tanaman obat dengan total kurang lebih 30 pohon. Jenis tanaman yang diberikan antara lain daun ungu, daun sirih, daun jeruk, kemangi, kunyit, jahe, laos, serai, dan kencur. Tanaman-tanaman tersebut dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan keluarga. Kehadiran koleksi baru ini diharapkan semakin memperkaya kebun TOGA RW 01 sekaligus mendorong warga untuk lebih giat merawat dan mengembangkan tanaman obat keluarga.

Suasana Penuh Kebersamaan

Penanaman TOGA berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna. Ibu-ibu KWT ikut terlibat sejak awal, mulai dari menyiapkan lahan, menanam bibit, hingga berbagi pengalaman tentang cara merawat tanaman agar tumbuh subur. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman toga ini. Kehadiran adik-adik mahasiswa membuat warga lebih bersemangat, terutama ibu-ibu KWT yang jadi lebih aktif lagi. Harapan saya, tanaman ini tidak hanya ditanam hari ini saja, tapi juga dirawat bersama-sama, supaya manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang oleh warga RW 01,” ungkap Pak Untung selaku Ketua LPMK Kelurahan Kemandungan.

Apresiasi dari Kelurahan

Ibu RW 01, Bu Yesi, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini,
“Alhamdulillah, saya pribadi senang sekali ada program toga ini. Adik-adik KKN sudah membantu menambah koleksi tanaman di RW 01, jadi warga bisa lebih semangat lagi. Harapan saya, tanaman-tanaman ini bisa terus dirawat bareng-bareng, biar manfaatnya bisa dirasakan bukan cuma sekarang, tapi juga ke depannya untuk keluarga dan lingkungan kita,” ungkap Bu Yesi selaku Ibu RW 01 Kelurahan Kemandungan.

Manfaat yang Terus Berkembang

Bagi warga RW 01, penanaman TOGA bukan hanya soal menambah jumlah tanaman, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara alami dan menjaga lingkungan. Dengan bertambahnya koleksi ini, masyarakat semakin terdorong untuk kembali melestarikan kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat hadir dalam bentuk sederhana namun penuh manfaat. Dengan menanam bersama, mahasiswa KKN dan warga RW 01 tidak hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Pemberian tanaman TOGA dari mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bukan hanya sekadar menambah koleksi di RW 01, tetapi juga menjadi pengingat akan kejayaan kebun toga yang pernah dimiliki warga. Dahulu, kebun toga di RW 01 cukup dikenal dan aktif dimanfaatkan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat membudidayakan tanaman obat mulai menurun sehingga kebun toga yang dulu ramai kini berada dalam kondisi yang kurang terawat.

Melalui tambahan 9 jenis tanaman dengan total kurang lebih 30 pohon ini, harapannya bisa membangkitkan kembali semangat warga, khususnya ibu-ibu KWT dan masyarakat RW 01, untuk kembali merawat serta menghidupkan kebun toga. Dengan perawatan yang konsisten, kebun toga bisa kembali berjaya seperti dulu, menjadi sumber manfaat bagi kesehatan keluarga sekaligus menjadi kebanggaan warga Kemandungan.

Awali Pengabdian: Mahasiswa KKN-T UAA Kelompok 21 Memulai dengan Silaturahmi dengan Warga Kemandungan

Tegal, 17 Agustus 2025 – Minggu pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, menjadi awal yang penuh makna. Sejak tanggal 11 Agustus 2025 hingga 17 Agustus 2025, Mahasiswa memulai perjalanan pengabdian ini dengan mengedepankan silaturahmi dan sowan kepada tokoh masyarakat, perangkat kalurahan, serta warga sekitar.

Langkah awal ini menjadi pondasi dalam membangun rasa saling percaya, kedekatan emosional, dan kerja sama yang harmonis selama program KKN berlangsung.

Hangatnya Sambutan yang Tak Terlupakan

Sesampainya di Kemandungan, Mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh Lurah Kemandungan beserta perangkatnya. Dalam beberapa pertemuan, Mahasiswa duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Mahasiswa memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan rencana program kerja, sambil mendengarkan langsung harapan dan masukan dari mereka. Senyum ramah, tegur sapa hangat, dan cerita-cerita keseharian warga membuat Mahasiswa merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kemandungan. “Atas nama pemerintahan kelurahan kemandungan kami menyambut kehadiran adek adek peserta kkn universitas alma ata, kehadiran kalian tentu menjadi kebahagiaan dan harapan bagi kami. Kkn merupakan bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan kami percaya bahwa kehadiran kalian di tengah tengah kami akan memberikan manfaat bagi warga dan bagi kalian sendiri, selamat menjalani pengabdian semoga menjadi bekal berharga di bidang akademik dan masa depan kalian” Ucap Lurah Kemandungan.

Terjun Langsung Mengikuti Kegiatan Masyarakat

Selain sowan dan silaturahmi, minggu pertama Mahasiswa di isi dengan mengikuti kegiatan rutin masyarakat di berbagai bidang. Mahasiswa berusaha hadir bukan hanya sebagai pengamat, tapi ikut berperan aktif.

Berikut rangkaian kegiatan yang Mahasiswa ikuti:

  1. Posyandu
    Mahasiswa membantu kader kesehatan dalam proses penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pencatatan perkembangan anak, dan edukasi sederhana terkait gizi seimbang serta pentingnya imunisasi. Interaksi dengan para ibu dan balita ini membuat suasana posyandu terasa akrab dan menyenangkan.
  2. PAUD
    Mahasiswa ikut membantu guru dalam proses belajar mengajar, mulai dari kegiatan menggambar, bernyanyi, bercerita, hingga permainan edukatif yang merangsang kreativitas anak. Keceriaan mereka menambah semangat Mahasiswa untuk terus berkontribusi. Dan rencananya selama 2 bulan kedepan, mahasiswa akan selalu membantu mengajar di PAUD. Semoga kontribusi mahasiswa bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi PAUD Kenanga
  3. SD
    Mahasiswa ikut serta kegiatan pramuka serta pembagian yang diadakan oleh SD, tepatnya SD Kemandungan 3. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan motivasi bagi anak-anak agar lebih aktif dalam kegiatan sekolah. Selain itu, melalui keterlibatan ini diharapkan terjalin kedekatan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah maupun masyarakat sekitar.
  4. SMK
    Bersama para siswa, Mahasiswa berdiskusi ringan seputar cita-cita, motivasi belajar, dan peluang studi lanjutan maupun karier di masa depan. Mahasiswa ikut membantu kegiatan kemah selama tiga hari serta berpartisipasi memberikan kegiatan tambahan pada acara kemah tersebut yaitu coffe break.
  5. Pertemuan Rutin Ibu PKK     
    Mahasiswa mengikuti agenda pertemuan Ibu PKK, mendengarkan berbagai kegiatan yang mereka jalankan, serta berbagi ide seputar keterampilan rumah tangga dan pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga.

Belajar Nilai-Nilai Kehidupan dari Warga

Minggu pertama ini mengajarkan Mahasiswa bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari kemauan untuk hadir, mendengar, dan membantu.
Mahasiswa belajar bagaimana warga Kemandungan menjalankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman ini juga menegaskan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa erat hubungan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.

Makna Silaturahmi sebagai Fondasi Pengabdian

Silaturahmi bukan sekadar bertemu dan berkenalan, tetapi membangun jembatan hati antara Mahasiswa dan masyarakat. Dengan kedekatan ini, setiap program KKN ke depannya diharapkan akan berjalan lebih lancar dan tepat sasaran karena sudah didasari rasa saling percaya.

Bagi Mahasiswa, minggu pertama di Kemandungan adalah tentang belajar memahami sebelum bertindak, tentang menghargai setiap kearifan lokal, dan tentang merangkai cerita kebersamaan yang akan terus dikenang.

Harapan untuk Minggu Berikutnya

Setelah minggu pertama yang hangat ini, Mahasiswa bertekad melanjutkan pengabdian dengan program-program nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Dukungan dari tokoh dan warga Kemandungan menjadi energi bagi Mahasiswa untuk memberikan hasil yang terbaik.

Mahasiswa percaya, dengan kebersamaan, setiap langkah kecil akan membawa dampak besar. Dan bagi Mahasiswa, Kemandungan bukan lagi sekadar lokasi KKN, tetapi rumah kedua tempat Mahasiswa belajar dan tumbuh.