Dari Jahe sampai Sirih: RW 01 Semakin Kaya Koleksi TOGA

Senin, 22 September, Kalurahan Kemandungan, Tegal Barat – Kebersamaan dan semangat gotong royong tampak begitu terasa di RW 01 Kelurahan Kemandungan pada. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata Yogyakarta bersama warga, khususnya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menghadirkan 9 jenis tanaman obat dengan total kurang lebih 30 pohon. Jenis tanaman yang diberikan antara lain daun ungu, daun sirih, daun jeruk, kemangi, kunyit, jahe, laos, serai, dan kencur. Tanaman-tanaman tersebut dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan keluarga. Kehadiran koleksi baru ini diharapkan semakin memperkaya kebun TOGA RW 01 sekaligus mendorong warga untuk lebih giat merawat dan mengembangkan tanaman obat keluarga.

Suasana Penuh Kebersamaan

Penanaman TOGA berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna. Ibu-ibu KWT ikut terlibat sejak awal, mulai dari menyiapkan lahan, menanam bibit, hingga berbagi pengalaman tentang cara merawat tanaman agar tumbuh subur. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman toga ini. Kehadiran adik-adik mahasiswa membuat warga lebih bersemangat, terutama ibu-ibu KWT yang jadi lebih aktif lagi. Harapan saya, tanaman ini tidak hanya ditanam hari ini saja, tapi juga dirawat bersama-sama, supaya manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang oleh warga RW 01,” ungkap Pak Untung selaku Ketua LPMK Kelurahan Kemandungan.

Apresiasi dari Kelurahan

Ibu RW 01, Bu Yesi, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini,
“Alhamdulillah, saya pribadi senang sekali ada program toga ini. Adik-adik KKN sudah membantu menambah koleksi tanaman di RW 01, jadi warga bisa lebih semangat lagi. Harapan saya, tanaman-tanaman ini bisa terus dirawat bareng-bareng, biar manfaatnya bisa dirasakan bukan cuma sekarang, tapi juga ke depannya untuk keluarga dan lingkungan kita,” ungkap Bu Yesi selaku Ibu RW 01 Kelurahan Kemandungan.

Manfaat yang Terus Berkembang

Bagi warga RW 01, penanaman TOGA bukan hanya soal menambah jumlah tanaman, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara alami dan menjaga lingkungan. Dengan bertambahnya koleksi ini, masyarakat semakin terdorong untuk kembali melestarikan kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat hadir dalam bentuk sederhana namun penuh manfaat. Dengan menanam bersama, mahasiswa KKN dan warga RW 01 tidak hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Pemberian tanaman TOGA dari mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bukan hanya sekadar menambah koleksi di RW 01, tetapi juga menjadi pengingat akan kejayaan kebun toga yang pernah dimiliki warga. Dahulu, kebun toga di RW 01 cukup dikenal dan aktif dimanfaatkan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat membudidayakan tanaman obat mulai menurun sehingga kebun toga yang dulu ramai kini berada dalam kondisi yang kurang terawat.

Melalui tambahan 9 jenis tanaman dengan total kurang lebih 30 pohon ini, harapannya bisa membangkitkan kembali semangat warga, khususnya ibu-ibu KWT dan masyarakat RW 01, untuk kembali merawat serta menghidupkan kebun toga. Dengan perawatan yang konsisten, kebun toga bisa kembali berjaya seperti dulu, menjadi sumber manfaat bagi kesehatan keluarga sekaligus menjadi kebanggaan warga Kemandungan.

Mahasiswa KKN-T 21 Alma Ata Dukung UMKM Kemandungan Lewat Rebranding dan Pembuatan Banner

Kemandungan, Tegal – Memasuki dua minggu terakhir pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan, mahasiswa mulai berfokus pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan dalam jangka waktu dua hari yaitu dari tanggal 19 September – 20 September. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam hal pemasaran melalui kegiatan rebranding banner usaha serta pembuatan banner baru bagi UMKM yang belum memilikinya.

Membantu UMKM Lebih Dikenal

UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Kemandungan. Namun, masih banyak usaha yang belum memiliki media promosi sederhana seperti banner atau spanduk. Bahkan ada pula yang sudah memiliki, tetapi desainnya sudah usang dan kurang menarik.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif untuk membantu membuatkan banner yang lebih segar, informatif, dan sesuai kebutuhan usaha. Dengan desain yang sederhana namun menarik, diharapkan produk dan jasa dari UMKM lokal dapat lebih dikenal calon konsumen, baik masyarakat sekitar maupun dari luar wilayah Kemandungan.

Langkah Kecil dengan Manfaat Besar

Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya membuatkan desain, tetapi juga berdiskusi dengan para pelaku UMKM terkait kebutuhan dan keunikan usaha mereka. Mulai dari warung makan, jasa, hingga usaha rumahan lainnya, semuanya mendapat kesempatan untuk ditampilkan lebih baik lewat banner baru.

Meski sederhana, langkah ini diharapkan bisa membawa manfaat besar. Banner dengan tampilan yang jelas dan menarik dapat meningkatkan visibilitas usaha, sehingga memperbesar peluang UMKM untuk mendapatkan konsumen baru.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah membantu usaha saya dengan dibuatkan banner baru. Sekarang bengkel saya lebih terlihat jelas oleh orang yang lewat,” ungkap Bapak Jumadi selaku pemilik Bengkel Alfandi.

“Pengadaan ini memang sederhana, tapi insyaAllah akan memberikan manfaat yang luar biasa. Dengan adanya banner ini, usaha saya bisa lebih dikenal oleh calon konsumen. Semoga adik-adik KKN selalu diberi kelancaran dalam pengabdiannya,” tambahnya.

Pengabdian yang Membumi

Kegiatan dua minggu terakhir ini menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu berupa kegiatan besar, tetapi juga bisa diwujudkan lewat langkah sederhana yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Dengan mendukung UMKM melalui rebranding dan pembuatan banner, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata berharap bisa memberikan sumbangsih nyata dalam meningkatkan daya saing usaha lokal di Kemandungan.

Program ini menjadi bukti bahwa semangat “belajar, berbagi, dan mengabdi” bisa berjalan seiring, membawa manfaat bukan hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi mahasiswa yang terlibat di dalamnya.

Sore Belajar, Sore Ceria: Bimbel Anak Kemandungan Bersama KKN-T 21 Universitas Alma Ata

Kemandungan, Tegal — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata Kelompok 21 kembali melaksanakan program kerja bertema Bimbingan Belajar Anak yang berlangsung pada Sabtu, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di TPQ Al-Mu’minin, Kelurahan Kemandungan, Tegal. Kegiatan bimbingan belajar ini menjadi salah satu program rutin KKN-T 21 yang dilaksanakan setiap hari Sabtu selama masa pengabdian berlangsung. Kegiatan dimulai pukul 15.30 hingga 17.30, memanfaatkan waktu sore ketika anak-anak sudah selesai belajar di sekolah

Program bimbingan belajar ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk mendampingi anak-anak dalam mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar. Program ini berfokus untuk membantu anak-anak mengerjakan PR dari sekolah sekaligus memberikan penguatan materi yang belum mereka pahami saat pembelajaran di kelas.

Di awal kegiatan, mahasiswa KKN-T 21 membagi anak-anak dalam kelompok kecil berdasarkan tingkat pendidikan. Anak-anak TK hingga kelas 2 SD belajar dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, sementara untuk anak kelas 3 hingga 6 SD mendapat pendampingan pada materi matematika, bahasa Indonesia, IPAS dan pelajaran lain sesuai kebutuhan.

Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan yang sederhana dan ramah anak. PR yang awalnya terasa sulit, perlahan bisa dipahami karena dijelaskan dengan cara yang menyenangkan. Kadang, mereka menyisipkan permainan edukatif atau kuis kecil untuk menjaga semangat anak-anak.

“Aku tadinya bingung sama PR matematika, tapi sekarang udah ngerti, soalnya kakak ngajarin pelan-pelan,” ujar Rafa, siswa kelas 3 SD

Beberapa orang tua yang hadir sangat mengapresiasi program ini. Mereka menilai bimbingan belajar rutin setiap Sabtu ini membantu anak-anak lebih fokus dan termotivasi, terutama bagi mereka yang kesulitan mengulang pelajaran di rumah.

Bagi mahasiswa KKN-T 21, kegiatan ini bukan hanya soal membantu mengerjakan PR. Lebih dari itu, bimbingan belajar menjadi ruang kebersamaan, tempat tumbuhnya kepercayaan diri, serta media untuk menanamkan rasa cinta belajar sejak dini.

Dengan adanya bimbingan belajar ini, mahasiswa KKN-T 21 Universitas Alma berharap anak-anak Kemandungan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan percaya diri. Dari TPQ kecil ini, di sela-sela PR dan tawa anak-anak, lahirlah benih semangat yang kelak akan membawa mereka meraih cita-cita besar di masa depan.

Warna-warni Celengan, Warna-warni Harapan: KKN Universitas Alma Ata Kelompok 21 Menghidupkan Semangat Menabung Anak Kemandungan

Kemandungan, Tegal — Mahasiswa KKN Universitas Alma Ata Kelompok 21 melakukan kegiatan dengan tema Edukasi Menabung Sejak Dini. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak usia TK dan SD di Desa Kemandungan, Tegal. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 September 2025 dan menjadi salah satu program utama KKN 21. Program ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak cara mengelola uang dengan bijak sejak usia dini.

Program ini muncul dari perhatian mahasiswa terhadap pentingnya mengajarkan kemampuan finansial sejak kecil. Di tengah tuntutan modernisasi dan budaya belanja yang semakin tinggi, kewajiban menabung sering terabaikan. Namun, menabung bukan hanya menyimpan uang, tapi juga cara melatih kesabaran, disiplin, dan kemampuan merencanakan masa depan secara baik.

Sore hari saat kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat. Anak-anak datang dengan wajah ceria, sebagian menggandeng orang tua, sebagian lagi menggembira sambil berlarian. Acara dimulai dengan penyampaian materi secara interaktif. Pemateri menggunakan bahasa yang mudah dipahami, cerita lucu, dan gambar yang dekat dengan pengalaman sehari-hari anak-anak. Mereka diajak memahami manfaat menabung, tempat menyimpan uang yang tepat, serta cara agar rajin menabung.

Sesi ini berjalan santai namun menyenangkan. Anak-anak antusias menjawab pertanyaan, beberapa bahkan bercerita tentang pengalaman mereka menyisihkan uang jajan di rumah.

Setelah sesi materi berakhir, suasana jadi lebih meriah. Setiap anak diberi celengan polos, spidol, dan stiker. Mereka bebas menghias celengan sesuai imajinasi. Ada yang menggambar bunga, menempelkan stiker tokoh kartun, atau menulis nama mereka di bagian depan.

“Aku mau celengan ini buat nabung beli sepatu sekolah baru,” kata Khalia sambil tersenyum bangga menunjukkan karyanya

.”Aku mau menabung untuk membeli sepeda baru,” tambah Gilang dengan semangat, matanya berbinar melihat celengan yang baru saja ia hias.


Tawa dan canda terdengar di setiap sudut ruangan. Beberapa mahasiswa KKN membantu memegang celengan atau menempelkan stiker yang susah dijangkau tangan kecil anak-anak. Celengan-celengan yang telah dihias bukan hanya wadah menyimpan uang, tetapi juga simbol harapan dan mimpi sederhana.


Dengan program ini, KKN 21 berharap anak-anak Desa Kemandungan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, hemat, dan bijak dalam mengelola uang. Karena dari celengan kecil ini, mereka belajar bahwa setiap uang yang disisihkan hari ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah.