Rapat Kepengurusan LPMK Masa Bhakti 2026–2030 di Kelurahan Kemandungan Berjalan Lancar

Tegal, 04/12/2025 – Kelurahan Kemandungan menggelar rapat kepengurusan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) untuk masa bhakti 2026–2030 pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Acara tersebut berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh para Ketua RT, RW, Ketua LPMK, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang memenuhi aula kelurahan.

Rapat dimulai dengan sambutan dari Lurah Kemandungan yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam proses pembangunan wilayah. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua LPMK sebelumnya yang memberikan refleksi singkat mengenai capaian periode sebelumnya serta harapan untuk kepengurusan yang akan datang.

Agenda utama rapat adalah pembacaan tata tertib kepengurusan LPMK masa bhakti 2026–2030. Tata tertib tersebut dibacakan secara rinci untuk memastikan seluruh peserta memahami mekanisme kerja, tugas, dan tanggung jawab pengurus LPMK dalam menjalankan peran pemberdayaan masyarakat.

Para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan RT dan RW turut menyimak dengan seksama dan memberikan beberapa masukan konstruktif demi mewujudkan kepengurusan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan warga.

Melalui rapat ini, diharapkan kepengurusan LPMK periode 2026–2030 dapat bekerja lebih maksimal dalam menjalin kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kelurahan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih maju, harmonis, dan berdaya.

Rapat ditutup dengan doa bersama, menandai harapan baru bagi perjalanan LPMK Kelurahan Kemandungan di masa mendatang.

Semarak Kirab Hari Santri Nasional 2025 di Kelurahan Kemandungan

Tegal, 23/10/25 – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Kelurahan Kemandungan menggelar Upacara dan Kirab Santri pada Rabu, 23 Oktober 2025.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti dengan penuh semangat oleh berbagai unsur masyarakat, lembaga pendidikan, serta organisasi keagamaan di wilayah Kemandungan.

Peserta kirab terdiri dari SMK Bhakti Karya, SD Kemandungan 1, SD Kemandungan 3, TK Pertiwi, PAUD, BIAS dan Unsur Masyarakat (Muslimat, Fatayat, LASKI Kemandunga), dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang. Masing-masing lembaga menghadirkan sedikitnya 20 personil yang berbaris rapi dan kompak mengenakan atribut bernuansa santri.

Kegiatan kirab mengambil rute start dari SD Kemandungan, menuju ke arah selatan, berbelok kiri di Jl. Ruslani HS, kemudian ke perempatan TK Pertiwi dan berbelok ke arah barat, melintasi perempatan masjid, lalu kembali ke SD Kemandungan sebagai titik akhir.

Lurah Kemandungan yang turut hadir dalam memberikan sambutan dari menteri agama RI serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias.
“Momentum Hari Santri ini menjadi pengingat bahwa semangat santri adalah semangat perjuangan, keikhlasan, dan cinta tanah air,” ujarnya dalam sambutan penutup.

Suasana kirab berlangsung meriah dan penuh semangat. Sepanjang jalan, warga turut menyaksikan dan memberi dukungan kepada para peserta. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan masyarakat Kemandungan dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Dari Jahe sampai Sirih: RW 01 Semakin Kaya Koleksi TOGA

Senin, 22 September, Kalurahan Kemandungan, Tegal Barat – Kebersamaan dan semangat gotong royong tampak begitu terasa di RW 01 Kelurahan Kemandungan pada. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata Yogyakarta bersama warga, khususnya ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menghadirkan 9 jenis tanaman obat dengan total kurang lebih 30 pohon. Jenis tanaman yang diberikan antara lain daun ungu, daun sirih, daun jeruk, kemangi, kunyit, jahe, laos, serai, dan kencur. Tanaman-tanaman tersebut dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan keluarga. Kehadiran koleksi baru ini diharapkan semakin memperkaya kebun TOGA RW 01 sekaligus mendorong warga untuk lebih giat merawat dan mengembangkan tanaman obat keluarga.

Suasana Penuh Kebersamaan

Penanaman TOGA berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna. Ibu-ibu KWT ikut terlibat sejak awal, mulai dari menyiapkan lahan, menanam bibit, hingga berbagi pengalaman tentang cara merawat tanaman agar tumbuh subur. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman toga ini. Kehadiran adik-adik mahasiswa membuat warga lebih bersemangat, terutama ibu-ibu KWT yang jadi lebih aktif lagi. Harapan saya, tanaman ini tidak hanya ditanam hari ini saja, tapi juga dirawat bersama-sama, supaya manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang oleh warga RW 01,” ungkap Pak Untung selaku Ketua LPMK Kelurahan Kemandungan.

Apresiasi dari Kelurahan

Ibu RW 01, Bu Yesi, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini,
“Alhamdulillah, saya pribadi senang sekali ada program toga ini. Adik-adik KKN sudah membantu menambah koleksi tanaman di RW 01, jadi warga bisa lebih semangat lagi. Harapan saya, tanaman-tanaman ini bisa terus dirawat bareng-bareng, biar manfaatnya bisa dirasakan bukan cuma sekarang, tapi juga ke depannya untuk keluarga dan lingkungan kita,” ungkap Bu Yesi selaku Ibu RW 01 Kelurahan Kemandungan.

Manfaat yang Terus Berkembang

Bagi warga RW 01, penanaman TOGA bukan hanya soal menambah jumlah tanaman, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara alami dan menjaga lingkungan. Dengan bertambahnya koleksi ini, masyarakat semakin terdorong untuk kembali melestarikan kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat hadir dalam bentuk sederhana namun penuh manfaat. Dengan menanam bersama, mahasiswa KKN dan warga RW 01 tidak hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

Pemberian tanaman TOGA dari mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bukan hanya sekadar menambah koleksi di RW 01, tetapi juga menjadi pengingat akan kejayaan kebun toga yang pernah dimiliki warga. Dahulu, kebun toga di RW 01 cukup dikenal dan aktif dimanfaatkan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat membudidayakan tanaman obat mulai menurun sehingga kebun toga yang dulu ramai kini berada dalam kondisi yang kurang terawat.

Melalui tambahan 9 jenis tanaman dengan total kurang lebih 30 pohon ini, harapannya bisa membangkitkan kembali semangat warga, khususnya ibu-ibu KWT dan masyarakat RW 01, untuk kembali merawat serta menghidupkan kebun toga. Dengan perawatan yang konsisten, kebun toga bisa kembali berjaya seperti dulu, menjadi sumber manfaat bagi kesehatan keluarga sekaligus menjadi kebanggaan warga Kemandungan.

Mahasiswa KKN-T 21 Alma Ata Dukung UMKM Kemandungan Lewat Rebranding dan Pembuatan Banner

Kemandungan, Tegal – Memasuki dua minggu terakhir pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan, mahasiswa mulai berfokus pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan dalam jangka waktu dua hari yaitu dari tanggal 19 September – 20 September. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam hal pemasaran melalui kegiatan rebranding banner usaha serta pembuatan banner baru bagi UMKM yang belum memilikinya.

Membantu UMKM Lebih Dikenal

UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Kemandungan. Namun, masih banyak usaha yang belum memiliki media promosi sederhana seperti banner atau spanduk. Bahkan ada pula yang sudah memiliki, tetapi desainnya sudah usang dan kurang menarik.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif untuk membantu membuatkan banner yang lebih segar, informatif, dan sesuai kebutuhan usaha. Dengan desain yang sederhana namun menarik, diharapkan produk dan jasa dari UMKM lokal dapat lebih dikenal calon konsumen, baik masyarakat sekitar maupun dari luar wilayah Kemandungan.

Langkah Kecil dengan Manfaat Besar

Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya membuatkan desain, tetapi juga berdiskusi dengan para pelaku UMKM terkait kebutuhan dan keunikan usaha mereka. Mulai dari warung makan, jasa, hingga usaha rumahan lainnya, semuanya mendapat kesempatan untuk ditampilkan lebih baik lewat banner baru.

Meski sederhana, langkah ini diharapkan bisa membawa manfaat besar. Banner dengan tampilan yang jelas dan menarik dapat meningkatkan visibilitas usaha, sehingga memperbesar peluang UMKM untuk mendapatkan konsumen baru.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada adik-adik KKN yang sudah membantu usaha saya dengan dibuatkan banner baru. Sekarang bengkel saya lebih terlihat jelas oleh orang yang lewat,” ungkap Bapak Jumadi selaku pemilik Bengkel Alfandi.

“Pengadaan ini memang sederhana, tapi insyaAllah akan memberikan manfaat yang luar biasa. Dengan adanya banner ini, usaha saya bisa lebih dikenal oleh calon konsumen. Semoga adik-adik KKN selalu diberi kelancaran dalam pengabdiannya,” tambahnya.

Pengabdian yang Membumi

Kegiatan dua minggu terakhir ini menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu berupa kegiatan besar, tetapi juga bisa diwujudkan lewat langkah sederhana yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Dengan mendukung UMKM melalui rebranding dan pembuatan banner, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata berharap bisa memberikan sumbangsih nyata dalam meningkatkan daya saing usaha lokal di Kemandungan.

Program ini menjadi bukti bahwa semangat “belajar, berbagi, dan mengabdi” bisa berjalan seiring, membawa manfaat bukan hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi mahasiswa yang terlibat di dalamnya.

Sore Belajar, Sore Ceria: Bimbel Anak Kemandungan Bersama KKN-T 21 Universitas Alma Ata

Kemandungan, Tegal — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata Kelompok 21 kembali melaksanakan program kerja bertema Bimbingan Belajar Anak yang berlangsung pada Sabtu, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di TPQ Al-Mu’minin, Kelurahan Kemandungan, Tegal. Kegiatan bimbingan belajar ini menjadi salah satu program rutin KKN-T 21 yang dilaksanakan setiap hari Sabtu selama masa pengabdian berlangsung. Kegiatan dimulai pukul 15.30 hingga 17.30, memanfaatkan waktu sore ketika anak-anak sudah selesai belajar di sekolah

Program bimbingan belajar ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk mendampingi anak-anak dalam mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar. Program ini berfokus untuk membantu anak-anak mengerjakan PR dari sekolah sekaligus memberikan penguatan materi yang belum mereka pahami saat pembelajaran di kelas.

Di awal kegiatan, mahasiswa KKN-T 21 membagi anak-anak dalam kelompok kecil berdasarkan tingkat pendidikan. Anak-anak TK hingga kelas 2 SD belajar dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, sementara untuk anak kelas 3 hingga 6 SD mendapat pendampingan pada materi matematika, bahasa Indonesia, IPAS dan pelajaran lain sesuai kebutuhan.

Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan yang sederhana dan ramah anak. PR yang awalnya terasa sulit, perlahan bisa dipahami karena dijelaskan dengan cara yang menyenangkan. Kadang, mereka menyisipkan permainan edukatif atau kuis kecil untuk menjaga semangat anak-anak.

“Aku tadinya bingung sama PR matematika, tapi sekarang udah ngerti, soalnya kakak ngajarin pelan-pelan,” ujar Rafa, siswa kelas 3 SD

Beberapa orang tua yang hadir sangat mengapresiasi program ini. Mereka menilai bimbingan belajar rutin setiap Sabtu ini membantu anak-anak lebih fokus dan termotivasi, terutama bagi mereka yang kesulitan mengulang pelajaran di rumah.

Bagi mahasiswa KKN-T 21, kegiatan ini bukan hanya soal membantu mengerjakan PR. Lebih dari itu, bimbingan belajar menjadi ruang kebersamaan, tempat tumbuhnya kepercayaan diri, serta media untuk menanamkan rasa cinta belajar sejak dini.

Dengan adanya bimbingan belajar ini, mahasiswa KKN-T 21 Universitas Alma berharap anak-anak Kemandungan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan percaya diri. Dari TPQ kecil ini, di sela-sela PR dan tawa anak-anak, lahirlah benih semangat yang kelak akan membawa mereka meraih cita-cita besar di masa depan.

Warna-warni Celengan, Warna-warni Harapan: KKN Universitas Alma Ata Kelompok 21 Menghidupkan Semangat Menabung Anak Kemandungan

Kemandungan, Tegal — Mahasiswa KKN Universitas Alma Ata Kelompok 21 melakukan kegiatan dengan tema Edukasi Menabung Sejak Dini. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak usia TK dan SD di Desa Kemandungan, Tegal. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 September 2025 dan menjadi salah satu program utama KKN 21. Program ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak cara mengelola uang dengan bijak sejak usia dini.

Program ini muncul dari perhatian mahasiswa terhadap pentingnya mengajarkan kemampuan finansial sejak kecil. Di tengah tuntutan modernisasi dan budaya belanja yang semakin tinggi, kewajiban menabung sering terabaikan. Namun, menabung bukan hanya menyimpan uang, tapi juga cara melatih kesabaran, disiplin, dan kemampuan merencanakan masa depan secara baik.

Sore hari saat kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat. Anak-anak datang dengan wajah ceria, sebagian menggandeng orang tua, sebagian lagi menggembira sambil berlarian. Acara dimulai dengan penyampaian materi secara interaktif. Pemateri menggunakan bahasa yang mudah dipahami, cerita lucu, dan gambar yang dekat dengan pengalaman sehari-hari anak-anak. Mereka diajak memahami manfaat menabung, tempat menyimpan uang yang tepat, serta cara agar rajin menabung.

Sesi ini berjalan santai namun menyenangkan. Anak-anak antusias menjawab pertanyaan, beberapa bahkan bercerita tentang pengalaman mereka menyisihkan uang jajan di rumah.

Setelah sesi materi berakhir, suasana jadi lebih meriah. Setiap anak diberi celengan polos, spidol, dan stiker. Mereka bebas menghias celengan sesuai imajinasi. Ada yang menggambar bunga, menempelkan stiker tokoh kartun, atau menulis nama mereka di bagian depan.

“Aku mau celengan ini buat nabung beli sepatu sekolah baru,” kata Khalia sambil tersenyum bangga menunjukkan karyanya

.”Aku mau menabung untuk membeli sepeda baru,” tambah Gilang dengan semangat, matanya berbinar melihat celengan yang baru saja ia hias.


Tawa dan canda terdengar di setiap sudut ruangan. Beberapa mahasiswa KKN membantu memegang celengan atau menempelkan stiker yang susah dijangkau tangan kecil anak-anak. Celengan-celengan yang telah dihias bukan hanya wadah menyimpan uang, tetapi juga simbol harapan dan mimpi sederhana.


Dengan program ini, KKN 21 berharap anak-anak Desa Kemandungan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, hemat, dan bijak dalam mengelola uang. Karena dari celengan kecil ini, mereka belajar bahwa setiap uang yang disisihkan hari ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah.

KKN-T Alma Ata Kelompok 21 Dorong Generasi Muda Bijak dalam Investasi dan Mengelola Konsumsi

Tegal, Kemandungan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata Kelompok 21 melaksanakan salah satu program kerja (proker) berupa Pengenalan Simulasi Keputusan Investasi dan Perilaku Konsumen. Kegiatan ini diselenggarakan pada 27 Agustus 2025 di SMK YPE Bhakti Karya Kota Tegal, khususnya bagi siswa kelas XI jurusan Akuntansi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Perkembangan zaman yang serba cepat seringkali membuat anak muda terjebak dalam perilaku konsumtif, sementara pemahaman tentang investasi masih terbatas. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T Alma Ata merasa perlu menghadirkan edukasi seputar pengelolaan keuangan, agar siswa mampu berinvestasi sejak dini untuk masa depan yang lebih baik.

Materi disampaikan oleh Rani Marlena Sari, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Alma Ata. Dalam pemaparannya, siswa diajak untuk memahami bagaimana membuat keputusan investasi yang tepat serta bagaimana perilaku konsumen dapat memengaruhi keputusan finansial. Melalui simulasi yang diberikan, siswa mempelajari tahapan pengambilan keputusan investasi, mulai dari mengenali peluang, menimbang risiko, hingga menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan keuangan. Selain itu, siswa juga diajak untuk mengenali pola konsumtif dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara mengendalikannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi serta praktik simulasi. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan terkait pilihan investasi yang cocok bagi pelajar, serta cara sederhana mengatur keuangan pribadi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa topik literasi keuangan memang relevan dan menarik minat generasi muda.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Guru pendamping SMK YPE Bhakti Karya menilai bahwa program ini sejalan dengan pembelajaran akuntansi di sekolah, sekaligus memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan siswa di kehidupan sehari-hari. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata berharap siswa SMK YPE Bhakti Karya dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam mengelola keuangan, mampu mengambil keputusan investasi dengan tepat, serta memiliki kesadaran untuk berinvestasi sejak usia muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa KKN-T Kelompok 21 Ramaikan Tradisi Rabu Pungkasan di Kelurahan Kemandungan

Kalurahan Kemandungan, Tegal Barat – Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai minggu kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan. Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, mahasiswa KKN juga turut serta meramaikan tradisi budaya Rabu Pungkasan, sebuah momen yang sudah lama tidak terlaksana dan akhirnya bisa dihidupkan kembali.

Tradisi yang Kembali Hidup

Rabu Pungkasan bagi masyarakat Kemandungan bukan sekadar acara, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur. Setelah beberapa waktu tidak terlaksana, tahun ini tradisi tersebut kembali digelar dengan penuh semangat. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru, di mana mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut serta dalam rangkaian kegiatan yang ada.

Bersama warga, mahasiswa KKN ikut menyemarakkan jalannya acara, belajar tentang nilai-nilai budaya, sekaligus merasakan bagaimana tradisi mampu merekatkan hubungan antar generasi.

Salah satu warga Kemandungan, Bapak Sakuri menyampaikan apresiasinya terhadap keikutsertaan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini.

“Saya sebagai warga asli sini sangat mengapresiasi terhadap kelurahan Kemandungan atas terselenggaranya kirab ini karena sudah lama sekali tidak terselenggara dan Alhamdulillah pada tahun ini dapat dilaksanakan, semoga kirab ini menjadi awal bangkitnya semangat warga untuk nguri-nguri budaya kembali” ungkap beliau.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Rabu Pungkasan adalah pengalaman yang berharga. Tidak hanya belajar tentang kebudayaan, tetapi juga tentang arti kebersamaan dan gotong royong. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan.

Sinergi dalam Pendidikan, Sosial, dan Agama

Selain terlibat dalam kegiatan budaya, mahasiswa KKN juga tetap melaksanakan program kerja lainnya. Di bidang pendidikan, mereka mendampingi anak-anak belajar di PAUD dan SD, serta membuka kelas bimbel untuk warga Kemandungan yang masih di bangku SD. Di bidang sosial, mereka aktif membantu pelaksanaan Posyandu dan ibu-ibu PKK. Sementara di bidang agama, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan mengajar di TPQ untuk membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an dan doa-doa harian. Dengan berbagai kegiatan yang sudah dijalankan di minggu kedua ini, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bertekad untuk terus melanjutkan pengabdian dengan hati, sambil menjaga hubungan yang harmonis bersama masyarakat.

Awali Pengabdian: Mahasiswa KKN-T UAA Kelompok 21 Memulai dengan Silaturahmi dengan Warga Kemandungan

Tegal, 17 Agustus 2025 – Minggu pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, menjadi awal yang penuh makna. Sejak tanggal 11 Agustus 2025 hingga 17 Agustus 2025, Mahasiswa memulai perjalanan pengabdian ini dengan mengedepankan silaturahmi dan sowan kepada tokoh masyarakat, perangkat kalurahan, serta warga sekitar.

Langkah awal ini menjadi pondasi dalam membangun rasa saling percaya, kedekatan emosional, dan kerja sama yang harmonis selama program KKN berlangsung.

Hangatnya Sambutan yang Tak Terlupakan

Sesampainya di Kemandungan, Mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh Lurah Kemandungan beserta perangkatnya. Dalam beberapa pertemuan, Mahasiswa duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Mahasiswa memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan rencana program kerja, sambil mendengarkan langsung harapan dan masukan dari mereka. Senyum ramah, tegur sapa hangat, dan cerita-cerita keseharian warga membuat Mahasiswa merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kemandungan. “Atas nama pemerintahan kelurahan kemandungan kami menyambut kehadiran adek adek peserta kkn universitas alma ata, kehadiran kalian tentu menjadi kebahagiaan dan harapan bagi kami. Kkn merupakan bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan kami percaya bahwa kehadiran kalian di tengah tengah kami akan memberikan manfaat bagi warga dan bagi kalian sendiri, selamat menjalani pengabdian semoga menjadi bekal berharga di bidang akademik dan masa depan kalian” Ucap Lurah Kemandungan.

Terjun Langsung Mengikuti Kegiatan Masyarakat

Selain sowan dan silaturahmi, minggu pertama Mahasiswa di isi dengan mengikuti kegiatan rutin masyarakat di berbagai bidang. Mahasiswa berusaha hadir bukan hanya sebagai pengamat, tapi ikut berperan aktif.

Berikut rangkaian kegiatan yang Mahasiswa ikuti:

  1. Posyandu
    Mahasiswa membantu kader kesehatan dalam proses penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pencatatan perkembangan anak, dan edukasi sederhana terkait gizi seimbang serta pentingnya imunisasi. Interaksi dengan para ibu dan balita ini membuat suasana posyandu terasa akrab dan menyenangkan.
  2. PAUD
    Mahasiswa ikut membantu guru dalam proses belajar mengajar, mulai dari kegiatan menggambar, bernyanyi, bercerita, hingga permainan edukatif yang merangsang kreativitas anak. Keceriaan mereka menambah semangat Mahasiswa untuk terus berkontribusi. Dan rencananya selama 2 bulan kedepan, mahasiswa akan selalu membantu mengajar di PAUD. Semoga kontribusi mahasiswa bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi PAUD Kenanga
  3. SD
    Mahasiswa ikut serta kegiatan pramuka serta pembagian yang diadakan oleh SD, tepatnya SD Kemandungan 3. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan motivasi bagi anak-anak agar lebih aktif dalam kegiatan sekolah. Selain itu, melalui keterlibatan ini diharapkan terjalin kedekatan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah maupun masyarakat sekitar.
  4. SMK
    Bersama para siswa, Mahasiswa berdiskusi ringan seputar cita-cita, motivasi belajar, dan peluang studi lanjutan maupun karier di masa depan. Mahasiswa ikut membantu kegiatan kemah selama tiga hari serta berpartisipasi memberikan kegiatan tambahan pada acara kemah tersebut yaitu coffe break.
  5. Pertemuan Rutin Ibu PKK     
    Mahasiswa mengikuti agenda pertemuan Ibu PKK, mendengarkan berbagai kegiatan yang mereka jalankan, serta berbagi ide seputar keterampilan rumah tangga dan pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga.

Belajar Nilai-Nilai Kehidupan dari Warga

Minggu pertama ini mengajarkan Mahasiswa bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari kemauan untuk hadir, mendengar, dan membantu.
Mahasiswa belajar bagaimana warga Kemandungan menjalankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman ini juga menegaskan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa erat hubungan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.

Makna Silaturahmi sebagai Fondasi Pengabdian

Silaturahmi bukan sekadar bertemu dan berkenalan, tetapi membangun jembatan hati antara Mahasiswa dan masyarakat. Dengan kedekatan ini, setiap program KKN ke depannya diharapkan akan berjalan lebih lancar dan tepat sasaran karena sudah didasari rasa saling percaya.

Bagi Mahasiswa, minggu pertama di Kemandungan adalah tentang belajar memahami sebelum bertindak, tentang menghargai setiap kearifan lokal, dan tentang merangkai cerita kebersamaan yang akan terus dikenang.

Harapan untuk Minggu Berikutnya

Setelah minggu pertama yang hangat ini, Mahasiswa bertekad melanjutkan pengabdian dengan program-program nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Dukungan dari tokoh dan warga Kemandungan menjadi energi bagi Mahasiswa untuk memberikan hasil yang terbaik.

Mahasiswa percaya, dengan kebersamaan, setiap langkah kecil akan membawa dampak besar. Dan bagi Mahasiswa, Kemandungan bukan lagi sekadar lokasi KKN, tetapi rumah kedua tempat Mahasiswa belajar dan tumbuh.

Penerjunan Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Alma Ata 2025: Bersama Wujudkan Gaya Hidup CERDIK di Kota Tegal

Kemandungan, 7 Agustus 2025 – Universitas Alma Ata dengan bangga mengumumkan pelaksanaan Penerjunan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Tematik Periode II Tahun 2025, yang akan berlangsung pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 Pukul 13.00 WIB bertepatan di Aula Kelurahan Kemandungan.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa akan ditempatkan di Kelurahan Kemandungan sebagai lokasi pelaksanaan program KKN mereka.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat, dengan mengusung tema yang sangat relevan dan inspiratif:
“Optimalisasi Gaya Hidup CERDIK untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Kesehatan, Penguatan Peran Guru, dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Ekonomi Lokal.”

Melalui program KKN ini, para mahasiswa Universitas Alma Ata akan menggerakkan berbagai inisiatif edukasi dan pemberdayaan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan gaya hidup CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres). Selain itu, peran sentral guru sebagai agen perubahan akan diperkuat, dan pemberdayaan ekonomi lokal akan dioptimalkan demi membangun komunitas yang lebih sehat dan mandiri.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Tegal untuk menyambut hangat dan mendukung keberhasilan program ini demi terciptanya kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.