KKN-T Alma Ata Kelompok 21 Dorong Generasi Muda Bijak dalam Investasi dan Mengelola Konsumsi

Tegal, Kemandungan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata Kelompok 21 melaksanakan salah satu program kerja (proker) berupa Pengenalan Simulasi Keputusan Investasi dan Perilaku Konsumen. Kegiatan ini diselenggarakan pada 27 Agustus 2025 di SMK YPE Bhakti Karya Kota Tegal, khususnya bagi siswa kelas XI jurusan Akuntansi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Perkembangan zaman yang serba cepat seringkali membuat anak muda terjebak dalam perilaku konsumtif, sementara pemahaman tentang investasi masih terbatas. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T Alma Ata merasa perlu menghadirkan edukasi seputar pengelolaan keuangan, agar siswa mampu berinvestasi sejak dini untuk masa depan yang lebih baik.

Materi disampaikan oleh Rani Marlena Sari, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Alma Ata. Dalam pemaparannya, siswa diajak untuk memahami bagaimana membuat keputusan investasi yang tepat serta bagaimana perilaku konsumen dapat memengaruhi keputusan finansial. Melalui simulasi yang diberikan, siswa mempelajari tahapan pengambilan keputusan investasi, mulai dari mengenali peluang, menimbang risiko, hingga menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan keuangan. Selain itu, siswa juga diajak untuk mengenali pola konsumtif dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara mengendalikannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi serta praktik simulasi. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan terkait pilihan investasi yang cocok bagi pelajar, serta cara sederhana mengatur keuangan pribadi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa topik literasi keuangan memang relevan dan menarik minat generasi muda.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Guru pendamping SMK YPE Bhakti Karya menilai bahwa program ini sejalan dengan pembelajaran akuntansi di sekolah, sekaligus memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan siswa di kehidupan sehari-hari. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata berharap siswa SMK YPE Bhakti Karya dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam mengelola keuangan, mampu mengambil keputusan investasi dengan tepat, serta memiliki kesadaran untuk berinvestasi sejak usia muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa KKN-T Kelompok 21 Ramaikan Tradisi Rabu Pungkasan di Kelurahan Kemandungan

Kalurahan Kemandungan, Tegal Barat – Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai minggu kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan. Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, mahasiswa KKN juga turut serta meramaikan tradisi budaya Rabu Pungkasan, sebuah momen yang sudah lama tidak terlaksana dan akhirnya bisa dihidupkan kembali.

Tradisi yang Kembali Hidup

Rabu Pungkasan bagi masyarakat Kemandungan bukan sekadar acara, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur. Setelah beberapa waktu tidak terlaksana, tahun ini tradisi tersebut kembali digelar dengan penuh semangat. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru, di mana mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut serta dalam rangkaian kegiatan yang ada.

Bersama warga, mahasiswa KKN ikut menyemarakkan jalannya acara, belajar tentang nilai-nilai budaya, sekaligus merasakan bagaimana tradisi mampu merekatkan hubungan antar generasi.

Salah satu warga Kemandungan, Bapak Sakuri menyampaikan apresiasinya terhadap keikutsertaan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini.

“Saya sebagai warga asli sini sangat mengapresiasi terhadap kelurahan Kemandungan atas terselenggaranya kirab ini karena sudah lama sekali tidak terselenggara dan Alhamdulillah pada tahun ini dapat dilaksanakan, semoga kirab ini menjadi awal bangkitnya semangat warga untuk nguri-nguri budaya kembali” ungkap beliau.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Rabu Pungkasan adalah pengalaman yang berharga. Tidak hanya belajar tentang kebudayaan, tetapi juga tentang arti kebersamaan dan gotong royong. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan.

Sinergi dalam Pendidikan, Sosial, dan Agama

Selain terlibat dalam kegiatan budaya, mahasiswa KKN juga tetap melaksanakan program kerja lainnya. Di bidang pendidikan, mereka mendampingi anak-anak belajar di PAUD dan SD, serta membuka kelas bimbel untuk warga Kemandungan yang masih di bangku SD. Di bidang sosial, mereka aktif membantu pelaksanaan Posyandu dan ibu-ibu PKK. Sementara di bidang agama, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan mengajar di TPQ untuk membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an dan doa-doa harian. Dengan berbagai kegiatan yang sudah dijalankan di minggu kedua ini, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bertekad untuk terus melanjutkan pengabdian dengan hati, sambil menjaga hubungan yang harmonis bersama masyarakat.

Awali Pengabdian: Mahasiswa KKN-T UAA Kelompok 21 Memulai dengan Silaturahmi dengan Warga Kemandungan

Tegal, 17 Agustus 2025 – Minggu pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, menjadi awal yang penuh makna. Sejak tanggal 11 Agustus 2025 hingga 17 Agustus 2025, Mahasiswa memulai perjalanan pengabdian ini dengan mengedepankan silaturahmi dan sowan kepada tokoh masyarakat, perangkat kalurahan, serta warga sekitar.

Langkah awal ini menjadi pondasi dalam membangun rasa saling percaya, kedekatan emosional, dan kerja sama yang harmonis selama program KKN berlangsung.

Hangatnya Sambutan yang Tak Terlupakan

Sesampainya di Kemandungan, Mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh Lurah Kemandungan beserta perangkatnya. Dalam beberapa pertemuan, Mahasiswa duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Mahasiswa memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan rencana program kerja, sambil mendengarkan langsung harapan dan masukan dari mereka. Senyum ramah, tegur sapa hangat, dan cerita-cerita keseharian warga membuat Mahasiswa merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kemandungan. “Atas nama pemerintahan kelurahan kemandungan kami menyambut kehadiran adek adek peserta kkn universitas alma ata, kehadiran kalian tentu menjadi kebahagiaan dan harapan bagi kami. Kkn merupakan bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan kami percaya bahwa kehadiran kalian di tengah tengah kami akan memberikan manfaat bagi warga dan bagi kalian sendiri, selamat menjalani pengabdian semoga menjadi bekal berharga di bidang akademik dan masa depan kalian” Ucap Lurah Kemandungan.

Terjun Langsung Mengikuti Kegiatan Masyarakat

Selain sowan dan silaturahmi, minggu pertama Mahasiswa di isi dengan mengikuti kegiatan rutin masyarakat di berbagai bidang. Mahasiswa berusaha hadir bukan hanya sebagai pengamat, tapi ikut berperan aktif.

Berikut rangkaian kegiatan yang Mahasiswa ikuti:

  1. Posyandu
    Mahasiswa membantu kader kesehatan dalam proses penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pencatatan perkembangan anak, dan edukasi sederhana terkait gizi seimbang serta pentingnya imunisasi. Interaksi dengan para ibu dan balita ini membuat suasana posyandu terasa akrab dan menyenangkan.
  2. PAUD
    Mahasiswa ikut membantu guru dalam proses belajar mengajar, mulai dari kegiatan menggambar, bernyanyi, bercerita, hingga permainan edukatif yang merangsang kreativitas anak. Keceriaan mereka menambah semangat Mahasiswa untuk terus berkontribusi. Dan rencananya selama 2 bulan kedepan, mahasiswa akan selalu membantu mengajar di PAUD. Semoga kontribusi mahasiswa bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi PAUD Kenanga
  3. SD
    Mahasiswa ikut serta kegiatan pramuka serta pembagian yang diadakan oleh SD, tepatnya SD Kemandungan 3. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan motivasi bagi anak-anak agar lebih aktif dalam kegiatan sekolah. Selain itu, melalui keterlibatan ini diharapkan terjalin kedekatan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah maupun masyarakat sekitar.
  4. SMK
    Bersama para siswa, Mahasiswa berdiskusi ringan seputar cita-cita, motivasi belajar, dan peluang studi lanjutan maupun karier di masa depan. Mahasiswa ikut membantu kegiatan kemah selama tiga hari serta berpartisipasi memberikan kegiatan tambahan pada acara kemah tersebut yaitu coffe break.
  5. Pertemuan Rutin Ibu PKK     
    Mahasiswa mengikuti agenda pertemuan Ibu PKK, mendengarkan berbagai kegiatan yang mereka jalankan, serta berbagi ide seputar keterampilan rumah tangga dan pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga.

Belajar Nilai-Nilai Kehidupan dari Warga

Minggu pertama ini mengajarkan Mahasiswa bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari kemauan untuk hadir, mendengar, dan membantu.
Mahasiswa belajar bagaimana warga Kemandungan menjalankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman ini juga menegaskan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa erat hubungan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.

Makna Silaturahmi sebagai Fondasi Pengabdian

Silaturahmi bukan sekadar bertemu dan berkenalan, tetapi membangun jembatan hati antara Mahasiswa dan masyarakat. Dengan kedekatan ini, setiap program KKN ke depannya diharapkan akan berjalan lebih lancar dan tepat sasaran karena sudah didasari rasa saling percaya.

Bagi Mahasiswa, minggu pertama di Kemandungan adalah tentang belajar memahami sebelum bertindak, tentang menghargai setiap kearifan lokal, dan tentang merangkai cerita kebersamaan yang akan terus dikenang.

Harapan untuk Minggu Berikutnya

Setelah minggu pertama yang hangat ini, Mahasiswa bertekad melanjutkan pengabdian dengan program-program nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Dukungan dari tokoh dan warga Kemandungan menjadi energi bagi Mahasiswa untuk memberikan hasil yang terbaik.

Mahasiswa percaya, dengan kebersamaan, setiap langkah kecil akan membawa dampak besar. Dan bagi Mahasiswa, Kemandungan bukan lagi sekadar lokasi KKN, tetapi rumah kedua tempat Mahasiswa belajar dan tumbuh.

Penerjunan Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Alma Ata 2025: Bersama Wujudkan Gaya Hidup CERDIK di Kota Tegal

Kemandungan, 7 Agustus 2025 – Universitas Alma Ata dengan bangga mengumumkan pelaksanaan Penerjunan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Tematik Periode II Tahun 2025, yang akan berlangsung pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 Pukul 13.00 WIB bertepatan di Aula Kelurahan Kemandungan.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa akan ditempatkan di Kelurahan Kemandungan sebagai lokasi pelaksanaan program KKN mereka.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat, dengan mengusung tema yang sangat relevan dan inspiratif:
“Optimalisasi Gaya Hidup CERDIK untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Kesehatan, Penguatan Peran Guru, dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Ekonomi Lokal.”

Melalui program KKN ini, para mahasiswa Universitas Alma Ata akan menggerakkan berbagai inisiatif edukasi dan pemberdayaan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan gaya hidup CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres). Selain itu, peran sentral guru sebagai agen perubahan akan diperkuat, dan pemberdayaan ekonomi lokal akan dioptimalkan demi membangun komunitas yang lebih sehat dan mandiri.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Tegal untuk menyambut hangat dan mendukung keberhasilan program ini demi terciptanya kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.