Sore Belajar, Sore Ceria: Bimbel Anak Kemandungan Bersama KKN-T 21 Universitas Alma Ata

Kemandungan, Tegal — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata Kelompok 21 kembali melaksanakan program kerja bertema Bimbingan Belajar Anak yang berlangsung pada Sabtu, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini bertempat di TPQ Al-Mu’minin, Kelurahan Kemandungan, Tegal. Kegiatan bimbingan belajar ini menjadi salah satu program rutin KKN-T 21 yang dilaksanakan setiap hari Sabtu selama masa pengabdian berlangsung. Kegiatan dimulai pukul 15.30 hingga 17.30, memanfaatkan waktu sore ketika anak-anak sudah selesai belajar di sekolah

Program bimbingan belajar ini dilatarbelakangi oleh semangat untuk mendampingi anak-anak dalam mengasah kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar. Program ini berfokus untuk membantu anak-anak mengerjakan PR dari sekolah sekaligus memberikan penguatan materi yang belum mereka pahami saat pembelajaran di kelas.

Di awal kegiatan, mahasiswa KKN-T 21 membagi anak-anak dalam kelompok kecil berdasarkan tingkat pendidikan. Anak-anak TK hingga kelas 2 SD belajar dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, sementara untuk anak kelas 3 hingga 6 SD mendapat pendampingan pada materi matematika, bahasa Indonesia, IPAS dan pelajaran lain sesuai kebutuhan.

Mahasiswa KKN menggunakan pendekatan yang sederhana dan ramah anak. PR yang awalnya terasa sulit, perlahan bisa dipahami karena dijelaskan dengan cara yang menyenangkan. Kadang, mereka menyisipkan permainan edukatif atau kuis kecil untuk menjaga semangat anak-anak.

“Aku tadinya bingung sama PR matematika, tapi sekarang udah ngerti, soalnya kakak ngajarin pelan-pelan,” ujar Rafa, siswa kelas 3 SD

Beberapa orang tua yang hadir sangat mengapresiasi program ini. Mereka menilai bimbingan belajar rutin setiap Sabtu ini membantu anak-anak lebih fokus dan termotivasi, terutama bagi mereka yang kesulitan mengulang pelajaran di rumah.

Bagi mahasiswa KKN-T 21, kegiatan ini bukan hanya soal membantu mengerjakan PR. Lebih dari itu, bimbingan belajar menjadi ruang kebersamaan, tempat tumbuhnya kepercayaan diri, serta media untuk menanamkan rasa cinta belajar sejak dini.

Dengan adanya bimbingan belajar ini, mahasiswa KKN-T 21 Universitas Alma berharap anak-anak Kemandungan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan percaya diri. Dari TPQ kecil ini, di sela-sela PR dan tawa anak-anak, lahirlah benih semangat yang kelak akan membawa mereka meraih cita-cita besar di masa depan.

Warna-warni Celengan, Warna-warni Harapan: KKN Universitas Alma Ata Kelompok 21 Menghidupkan Semangat Menabung Anak Kemandungan

Kemandungan, Tegal — Mahasiswa KKN Universitas Alma Ata Kelompok 21 melakukan kegiatan dengan tema Edukasi Menabung Sejak Dini. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak usia TK dan SD di Desa Kemandungan, Tegal. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 September 2025 dan menjadi salah satu program utama KKN 21. Program ini bertujuan untuk mengajarkan anak-anak cara mengelola uang dengan bijak sejak usia dini.

Program ini muncul dari perhatian mahasiswa terhadap pentingnya mengajarkan kemampuan finansial sejak kecil. Di tengah tuntutan modernisasi dan budaya belanja yang semakin tinggi, kewajiban menabung sering terabaikan. Namun, menabung bukan hanya menyimpan uang, tapi juga cara melatih kesabaran, disiplin, dan kemampuan merencanakan masa depan secara baik.

Sore hari saat kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat. Anak-anak datang dengan wajah ceria, sebagian menggandeng orang tua, sebagian lagi menggembira sambil berlarian. Acara dimulai dengan penyampaian materi secara interaktif. Pemateri menggunakan bahasa yang mudah dipahami, cerita lucu, dan gambar yang dekat dengan pengalaman sehari-hari anak-anak. Mereka diajak memahami manfaat menabung, tempat menyimpan uang yang tepat, serta cara agar rajin menabung.

Sesi ini berjalan santai namun menyenangkan. Anak-anak antusias menjawab pertanyaan, beberapa bahkan bercerita tentang pengalaman mereka menyisihkan uang jajan di rumah.

Setelah sesi materi berakhir, suasana jadi lebih meriah. Setiap anak diberi celengan polos, spidol, dan stiker. Mereka bebas menghias celengan sesuai imajinasi. Ada yang menggambar bunga, menempelkan stiker tokoh kartun, atau menulis nama mereka di bagian depan.

“Aku mau celengan ini buat nabung beli sepatu sekolah baru,” kata Khalia sambil tersenyum bangga menunjukkan karyanya

.”Aku mau menabung untuk membeli sepeda baru,” tambah Gilang dengan semangat, matanya berbinar melihat celengan yang baru saja ia hias.


Tawa dan canda terdengar di setiap sudut ruangan. Beberapa mahasiswa KKN membantu memegang celengan atau menempelkan stiker yang susah dijangkau tangan kecil anak-anak. Celengan-celengan yang telah dihias bukan hanya wadah menyimpan uang, tetapi juga simbol harapan dan mimpi sederhana.


Dengan program ini, KKN 21 berharap anak-anak Desa Kemandungan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, hemat, dan bijak dalam mengelola uang. Karena dari celengan kecil ini, mereka belajar bahwa setiap uang yang disisihkan hari ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah.

KKN-T Alma Ata Kelompok 21 Dorong Generasi Muda Bijak dalam Investasi dan Mengelola Konsumsi

Tegal, Kemandungan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata Kelompok 21 melaksanakan salah satu program kerja (proker) berupa Pengenalan Simulasi Keputusan Investasi dan Perilaku Konsumen. Kegiatan ini diselenggarakan pada 27 Agustus 2025 di SMK YPE Bhakti Karya Kota Tegal, khususnya bagi siswa kelas XI jurusan Akuntansi.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi keuangan di kalangan generasi muda. Perkembangan zaman yang serba cepat seringkali membuat anak muda terjebak dalam perilaku konsumtif, sementara pemahaman tentang investasi masih terbatas. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T Alma Ata merasa perlu menghadirkan edukasi seputar pengelolaan keuangan, agar siswa mampu berinvestasi sejak dini untuk masa depan yang lebih baik.

Materi disampaikan oleh Rani Marlena Sari, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Alma Ata. Dalam pemaparannya, siswa diajak untuk memahami bagaimana membuat keputusan investasi yang tepat serta bagaimana perilaku konsumen dapat memengaruhi keputusan finansial. Melalui simulasi yang diberikan, siswa mempelajari tahapan pengambilan keputusan investasi, mulai dari mengenali peluang, menimbang risiko, hingga menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan keuangan. Selain itu, siswa juga diajak untuk mengenali pola konsumtif dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara mengendalikannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi serta praktik simulasi. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan terkait pilihan investasi yang cocok bagi pelajar, serta cara sederhana mengatur keuangan pribadi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa topik literasi keuangan memang relevan dan menarik minat generasi muda.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Guru pendamping SMK YPE Bhakti Karya menilai bahwa program ini sejalan dengan pembelajaran akuntansi di sekolah, sekaligus memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan siswa di kehidupan sehari-hari. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata berharap siswa SMK YPE Bhakti Karya dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam mengelola keuangan, mampu mengambil keputusan investasi dengan tepat, serta memiliki kesadaran untuk berinvestasi sejak usia muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Menjaga Warisan Budaya, Mahasiswa KKN-T Kelompok 21 Ramaikan Tradisi Rabu Pungkasan di Kelurahan Kemandungan

Kalurahan Kemandungan, Tegal Barat – Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai minggu kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan. Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan, mahasiswa KKN juga turut serta meramaikan tradisi budaya Rabu Pungkasan, sebuah momen yang sudah lama tidak terlaksana dan akhirnya bisa dihidupkan kembali.

Tradisi yang Kembali Hidup

Rabu Pungkasan bagi masyarakat Kemandungan bukan sekadar acara, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur. Setelah beberapa waktu tidak terlaksana, tahun ini tradisi tersebut kembali digelar dengan penuh semangat. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru, di mana mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut serta dalam rangkaian kegiatan yang ada.

Bersama warga, mahasiswa KKN ikut menyemarakkan jalannya acara, belajar tentang nilai-nilai budaya, sekaligus merasakan bagaimana tradisi mampu merekatkan hubungan antar generasi.

Salah satu warga Kemandungan, Bapak Sakuri menyampaikan apresiasinya terhadap keikutsertaan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini.

“Saya sebagai warga asli sini sangat mengapresiasi terhadap kelurahan Kemandungan atas terselenggaranya kirab ini karena sudah lama sekali tidak terselenggara dan Alhamdulillah pada tahun ini dapat dilaksanakan, semoga kirab ini menjadi awal bangkitnya semangat warga untuk nguri-nguri budaya kembali” ungkap beliau.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Rabu Pungkasan adalah pengalaman yang berharga. Tidak hanya belajar tentang kebudayaan, tetapi juga tentang arti kebersamaan dan gotong royong. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan.

Sinergi dalam Pendidikan, Sosial, dan Agama

Selain terlibat dalam kegiatan budaya, mahasiswa KKN juga tetap melaksanakan program kerja lainnya. Di bidang pendidikan, mereka mendampingi anak-anak belajar di PAUD dan SD, serta membuka kelas bimbel untuk warga Kemandungan yang masih di bangku SD. Di bidang sosial, mereka aktif membantu pelaksanaan Posyandu dan ibu-ibu PKK. Sementara di bidang agama, mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan mengajar di TPQ untuk membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an dan doa-doa harian. Dengan berbagai kegiatan yang sudah dijalankan di minggu kedua ini, mahasiswa KKN Universitas Alma Ata bertekad untuk terus melanjutkan pengabdian dengan hati, sambil menjaga hubungan yang harmonis bersama masyarakat.

Awali Pengabdian: Mahasiswa KKN-T UAA Kelompok 21 Memulai dengan Silaturahmi dengan Warga Kemandungan

Tegal, 17 Agustus 2025 – Minggu pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Alma Ata di Kalurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, menjadi awal yang penuh makna. Sejak tanggal 11 Agustus 2025 hingga 17 Agustus 2025, Mahasiswa memulai perjalanan pengabdian ini dengan mengedepankan silaturahmi dan sowan kepada tokoh masyarakat, perangkat kalurahan, serta warga sekitar.

Langkah awal ini menjadi pondasi dalam membangun rasa saling percaya, kedekatan emosional, dan kerja sama yang harmonis selama program KKN berlangsung.

Hangatnya Sambutan yang Tak Terlupakan

Sesampainya di Kemandungan, Mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh Lurah Kemandungan beserta perangkatnya. Dalam beberapa pertemuan, Mahasiswa duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Mahasiswa memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan rencana program kerja, sambil mendengarkan langsung harapan dan masukan dari mereka. Senyum ramah, tegur sapa hangat, dan cerita-cerita keseharian warga membuat Mahasiswa merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kemandungan. “Atas nama pemerintahan kelurahan kemandungan kami menyambut kehadiran adek adek peserta kkn universitas alma ata, kehadiran kalian tentu menjadi kebahagiaan dan harapan bagi kami. Kkn merupakan bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan kami percaya bahwa kehadiran kalian di tengah tengah kami akan memberikan manfaat bagi warga dan bagi kalian sendiri, selamat menjalani pengabdian semoga menjadi bekal berharga di bidang akademik dan masa depan kalian” Ucap Lurah Kemandungan.

Terjun Langsung Mengikuti Kegiatan Masyarakat

Selain sowan dan silaturahmi, minggu pertama Mahasiswa di isi dengan mengikuti kegiatan rutin masyarakat di berbagai bidang. Mahasiswa berusaha hadir bukan hanya sebagai pengamat, tapi ikut berperan aktif.

Berikut rangkaian kegiatan yang Mahasiswa ikuti:

  1. Posyandu
    Mahasiswa membantu kader kesehatan dalam proses penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pencatatan perkembangan anak, dan edukasi sederhana terkait gizi seimbang serta pentingnya imunisasi. Interaksi dengan para ibu dan balita ini membuat suasana posyandu terasa akrab dan menyenangkan.
  2. PAUD
    Mahasiswa ikut membantu guru dalam proses belajar mengajar, mulai dari kegiatan menggambar, bernyanyi, bercerita, hingga permainan edukatif yang merangsang kreativitas anak. Keceriaan mereka menambah semangat Mahasiswa untuk terus berkontribusi. Dan rencananya selama 2 bulan kedepan, mahasiswa akan selalu membantu mengajar di PAUD. Semoga kontribusi mahasiswa bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi PAUD Kenanga
  3. SD
    Mahasiswa ikut serta kegiatan pramuka serta pembagian yang diadakan oleh SD, tepatnya SD Kemandungan 3. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga memberikan motivasi bagi anak-anak agar lebih aktif dalam kegiatan sekolah. Selain itu, melalui keterlibatan ini diharapkan terjalin kedekatan antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah maupun masyarakat sekitar.
  4. SMK
    Bersama para siswa, Mahasiswa berdiskusi ringan seputar cita-cita, motivasi belajar, dan peluang studi lanjutan maupun karier di masa depan. Mahasiswa ikut membantu kegiatan kemah selama tiga hari serta berpartisipasi memberikan kegiatan tambahan pada acara kemah tersebut yaitu coffe break.
  5. Pertemuan Rutin Ibu PKK     
    Mahasiswa mengikuti agenda pertemuan Ibu PKK, mendengarkan berbagai kegiatan yang mereka jalankan, serta berbagi ide seputar keterampilan rumah tangga dan pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga.

Belajar Nilai-Nilai Kehidupan dari Warga

Minggu pertama ini mengajarkan Mahasiswa bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari program besar, melainkan dari kemauan untuk hadir, mendengar, dan membantu.
Mahasiswa belajar bagaimana warga Kemandungan menjalankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman ini juga menegaskan bahwa keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa erat hubungan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.

Makna Silaturahmi sebagai Fondasi Pengabdian

Silaturahmi bukan sekadar bertemu dan berkenalan, tetapi membangun jembatan hati antara Mahasiswa dan masyarakat. Dengan kedekatan ini, setiap program KKN ke depannya diharapkan akan berjalan lebih lancar dan tepat sasaran karena sudah didasari rasa saling percaya.

Bagi Mahasiswa, minggu pertama di Kemandungan adalah tentang belajar memahami sebelum bertindak, tentang menghargai setiap kearifan lokal, dan tentang merangkai cerita kebersamaan yang akan terus dikenang.

Harapan untuk Minggu Berikutnya

Setelah minggu pertama yang hangat ini, Mahasiswa bertekad melanjutkan pengabdian dengan program-program nyata di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Dukungan dari tokoh dan warga Kemandungan menjadi energi bagi Mahasiswa untuk memberikan hasil yang terbaik.

Mahasiswa percaya, dengan kebersamaan, setiap langkah kecil akan membawa dampak besar. Dan bagi Mahasiswa, Kemandungan bukan lagi sekadar lokasi KKN, tetapi rumah kedua tempat Mahasiswa belajar dan tumbuh.

Penerjunan Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Alma Ata 2025: Bersama Wujudkan Gaya Hidup CERDIK di Kota Tegal

Kemandungan, 7 Agustus 2025 – Universitas Alma Ata dengan bangga mengumumkan pelaksanaan Penerjunan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-T) Tematik Periode II Tahun 2025, yang akan berlangsung pada hari Kamis, 7 Agustus 2025 Pukul 13.00 WIB bertepatan di Aula Kelurahan Kemandungan.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa akan ditempatkan di Kelurahan Kemandungan sebagai lokasi pelaksanaan program KKN mereka.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat, dengan mengusung tema yang sangat relevan dan inspiratif:
“Optimalisasi Gaya Hidup CERDIK untuk Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui Integrasi Edukasi Kesehatan, Penguatan Peran Guru, dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Ekonomi Lokal.”

Melalui program KKN ini, para mahasiswa Universitas Alma Ata akan menggerakkan berbagai inisiatif edukasi dan pemberdayaan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menerapkan gaya hidup CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres). Selain itu, peran sentral guru sebagai agen perubahan akan diperkuat, dan pemberdayaan ekonomi lokal akan dioptimalkan demi membangun komunitas yang lebih sehat dan mandiri.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Tegal untuk menyambut hangat dan mendukung keberhasilan program ini demi terciptanya kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.

“K’NIGHT PLUS Resmi Diluncurkan, Kelurahan Kemandungan Hadirkan Layanan Publik di Malam Hari”

Kelurahan Kemandungan, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui program inovatif bertajuk K’NIGHT PLUS (Kemandungan Night Public Service). Program ini resmi dilaunching sebagai bentuk terobosan pelayanan publik berbasis piket malam hari yang bertujuan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya bagi warga yang tidak memiliki waktu luang pada jam kerja kantor.

Launching kegiatan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kemandungan dengan dihadiri oleh Camat Tegal Barat, Lurah Kemandungan beserta jajaran staf kelurahan, tokoh masyarakat, RT/RW, dan warga setempat. Dalam sambutannya, Lurah Kemandungan menyampaikan bahwa K’NIGHT PLUS hadir sebagai bentuk nyata transformasi pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga, termasuk yang bekerja dari pagi hingga sore, tetap memiliki akses terhadap layanan kelurahan. Melalui K’NIGHT PLUS, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan administratif maupun konsultasi pada malam hari,” jelas Lurah Kemandungan.

Piket pelayanan malam ini akan dilakukan secara terjadwal pada hari Jum’at malam dan bergiliran oleh staf kelurahan. Beberapa jenis pelayanan yang dapat diakses meliputi pengurusan surat menyurat, informasi administrasi kependudukan, hingga pelayanan aduan masyarakat.

Program ini juga sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara aparatur kelurahan dengan warga, menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka, dan menumbuhkan semangat pelayanan yang responsif dan humanis.

Dengan diresmikannya K’NIGHT PLUS, Kelurahan Kemandungan berharap dapat menjadi contoh positif dalam reformasi pelayanan publik tingkat kelurahan yang inklusif, mudah diakses, dan berorientasi pada kepuasan warga.

Monitoring Program “Pita Anting” Selama 7 Hari oleh Puskesmas Debong Lor untuk Balita Stunting di Kelurahan Kemandungan

Tegal, 7 Juli 2025 – Puskesmas Debong Lor telah melaksanakan monitoring intensif Program “Pita Anting” (Pijat Nafsu Makan untuk Stunting) selama 7 hari berturut-turut, mulai tanggal 30 Juni hingga 6 Juli 2025, di wilayah Kelurahan Kemandungan.

Program ini merupakan inovasi dalam penanganan stunting dengan pendekatan tradisional, yakni melalui pijat nafsu makan yang bertujuan untuk menstimulasi selera makan balita stunting secara alami. Kegiatan monitoring dilakukan secara langsung ke rumah-rumah balita oleh tim dari Puskesmas Debong Lor, didampingi oleh kader posyandu dan staf kelurahan.

Selama pelaksanaan, tim kesehatan memberikan pendampingan kepada orang tua dalam menerapkan teknik pijat dengan benar, sekaligus melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk memantau perkembangan anak setiap harinya. Selain itu, edukasi mengenai gizi seimbang dan perawatan tumbuh kembang balita juga disampaikan secara langsung.

Bidan Puskesmas Debong Lor, Bidan. Harsih Siswanti A.Md Keb, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan tidak hanya untuk intervensi jangka pendek, tetapi juga membangun kebiasaan sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat keluarga.
“Kami ingin orang tua menjadi agen utama dalam menjaga tumbuh kembang anak. Melalui pijat nafsu makan yang sederhana ini, kami harap nafsu makan balita bisa meningkat secara alami,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu warga, Ibu Puspita Sari, mengatakan, “Saya merasa terbantu sekali. Anak saya yang biasanya susah makan sekarang mulai lahap setelah dipijat setiap hari. Terima kasih kepada tim Puskesmas, kader, dan staf kelurahan yang sudah mendampingi kami.”

Dengan berakhirnya kegiatan monitoring ini, Puskesmas Debong Lor akan mengevaluasi dampak dari pelaksanaan program dan menjadikannya dasar untuk pengembangan program penanggulangan stunting berbasis keluarga di masa mendatang.

Sosialisasi Retribusi Pelayanan Persampahan di Kelurahan Kemandungan

Kota Tegal – Kelurahan Kemandungan menggelar kegiatan Sosialisasi Retribusi Pelayanan Persampahan pada Rabu (18/06/2025), bertempat di aula kantor kelurahan kemandungan. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Kemandungan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Ketua RT/RW, kader lingkungan, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait sistem retribusi baru dalam pelayanan pengelolaan sampah rumah tangga dan usaha. Dalam paparannya, pihak DLH Kota Tegal menjelaskan bahwa saat ini sistem pembayaran retribusi untuk warga yang memiliki sambungan PDAM akan terintegrasi langsung melalui tagihan PDAM Tirta Bahari, sehingga lebih mudah dan efisien.

Sementara itu, bagi warga yang belum memiliki sambungan PDAM, pembayaran retribusi dilakukan melalui Ketua RT masing-masing, yang nantinya akan mengoordinasikan penyetoran ke kelurahan atau dinas terkait.

Khusus untuk pemilik toko, dan jenis usaha lainnya, pembayaran retribusi dilakukan langsung ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal. Hal ini dimaksudkan agar mekanisme pembayaran dari pelaku usaha lebih tertib dan terkontrol, mengingat volume sampah yang dihasilkan biasanya lebih besar dibanding rumah tangga.

Lurah Kemandungan dalam sambutannya menyampaikan bahwa program retribusi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pelayanan kebersihan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dan peran serta aktif masyarakat dalam mendukung kelestarian dan kesehatan lingkungan.

Masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti sosialisasi ini. Mereka menyambut baik penjelasan yang disampaikan dan turut berdiskusi mengenai pelaksanaan teknis di lapangan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh warga Kelurahan Kemandungan, baik rumah tangga maupun pelaku usaha, dapat memahami dan mendukung kebijakan retribusi pelayanan persampahan, demi menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan sehat bagi semua.

Sosialisasi Pendukung Penanganan Stunting bagi Balita dan Ibu Hamil di Kelurahan Kemandungan, Kota Tegal

Kelurahan Kemandungan, Kota Tegal – Guna mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting, Kelurahan Kemandungan menyelenggarakan Sosialisasi Pendukung Penanganan Stunting bagi ibu hamil dan balita, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Kemandungan pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Kemandungan, Camat Tegal Barat, Dokter dan Ahli Gizi dari Puskesmas Debong Lor, Bidan wilayah Kemandungan, serta diikuti pula oleh ibu hamil, orang tua balita, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di wilayah Kelurahan Kemandungan.

Dalam sambutannya, Lurah Kemandungan menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. “Stunting bukan sekadar isu gizi, melainkan soal masa depan anak-anak kita. Maka perlu kerja bersama, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tegal Barat menegaskan bahwa program penurunan stunting menjadi prioritas pemerintah daerah dan harus ditangani secara terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam sesi pemaparan, dokter dan ahli gizi dari Puskesmas Debong Lor memberikan edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak kehamilan hingga usia dua tahun (masa 1000 Hari Pertama Kehidupan).

Bidan wilayah juga menjelaskan peran penting pemeriksaan kehamilan secara rutin serta pemantauan tumbuh kembang balita oleh kader posyandu. Para peserta tampak antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Kegiatan ditutup dengan pembagian makanan tambahan bergizi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar dan mampu mengambil peran dalam pencegahan stunting, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan